POTENSI SUAKA PERIKANAN (RESERVAT) KASAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI BATANG PELEPAT KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI

Agusalim Agusalim

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potensi Suaka Perikanan di Sungai
Batang Pelepat, dan mengestimasi hasil tangkapan nelayan terhadap alat tangkap yang
digunakan pada zona ekonomi Suaka Perikanan.
Tempat penelitian ini dilaksanakan di kawasan Suaka Perikanan Batang Pelepat
Kecamatan Pelepat Ilir, sedangkan waktu penelitian dilaksanakan selama (3) tiga bulan
yakni bulan Nopember - Desember 2010 s/d Januari 2011.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif dan bersifat
eksploratif yang bertujuan untuk mendapatkan fakta yang ada. Penelitian difokuskan
untuk mengetahui Potensi Suaka Perikanan dan dampak terhadap hasil tangkapan nelayan.
Hasil Penelitian menunjukan potensi kawasan Suaka Perikanan memiliki
sumberdaya yang cukup besar, baik perikanan tangkap maupun budidaya perikanan. Luas
sungai pelepat 325 Ha. Suaka Perikanan terdiri dari zona inti, zona penyangga dan zona
ekonomi dengan luas 13,025 Ha. Kualitas air sungai batang pelepat cukup bagus bila
dibandingkan dengan klasifikasi dan kriteria mutu air kelas II dan memenuhi persyaratan
baik secara fisika, kimia dan biologi. Jenis ikan yang berada di daerah zona inti adalah ;
1). Juaro (Pangasius2), 2). Gurami (Osphronemus gouramy) 3). Jelawat (Leptobarbus
hoeveni) 4). Gabus (Channa striatus) 5). Baung (Macrones nemurus), 6). Tapah
(Orheichepalus sp), pada umumnya berukuran besar dengan berat 2 kg sampai dengan 7
kg/ekor, sedangkan pada zona penyangga terdapat ikan-ikan berukuran kecil, bahkan ada
yang masih dikategori ukuran anak-anak ikan yakni ; 1). Tambakan (Helostoma
temmintri), 2). Lais (Cyptopterus micronema), 3). Lempam (Puntius schwanefeldi), 4.
Gurami (Osphronemus gouramy), kebanyakan ukuran 50 gr sampai dengan ukuran 100
gr/ekor. Pada zona ekonomi jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan adalah ; 1) Lempam
(Puntius schwanefeldi), 2) Lambak/lukas (Labio barbus festivus), 3) Toman
(Orheichepalus micropeltes ), 4) Baung (Macrones nemurus), 5) Juaro (Pangasius2), 6)
Lais (Cyptopterus micronema), 7) Tapah (Orheichepalus sp), 8) Patin (Pangasius
pangasius), 9) Tambakan (Helostoma temmintri) dan 10) Balido (Knife fishes),
Jumlah nelayan 270 RTP, jumlah alat tangkap 8.655 unit. Hasil produksi ratarata/unit/trip selama 3 bulan (1 trip) yakni rata-rata 2,7 kg/unit/trip. tatal produksi 4.886,2
kg harga rata-rata Rp. 15.000,-/kg sehingga nilai produksi Rp. 73.293.000,- Selanjutnya,
jika diestimasikan hasil tangkapan dalam 1 tahun 4.886,2 kg/trip x 4 trip = 19.544,8
kg/tahun, maka nilai total produksi selama 1 (satu) tahun adalah Rp. 293.172.000,-
Kata Kunci : Suaka Perikanan, Reservat, Zona Inti, Nelayan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.