ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI SEKITAR BACAN DAN OBI, HALMAHERA SELATAN

Deni Sarianto

Abstract


Perairan Halmahera selatan telah lama menjadi pusat penangkapan ikan cakalang. Penentuan daerah penangkapan ikan dapat diperkirakan dari kondisi perairan yang merupakan habitat hidup. Klorofil-a  dan suhu permukaan laut (SPL)  merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan cakalang dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran ikan cakalang yang tertangkap dan menentukan sebaran klorofil-a serta SPL di perairan Bacan dan Obi. Hasil penelitian menunjukkan Hasil tangkapan cakalang di dominasi pada ikan ukuran layak tangkap pada golongan dua dan tiga dengan persentase 48% dan 23% sedangkan ikan tidak layak tangkap atau berukuran kurang dari 43cm dengan presentase 28%. Sebaran Klorofil-a di perairan Bacan dan Obi pada bulan Mei berkisar 0,163 – 0,652 mg/m3 sedangkan klorofil-a pada bulan Juni berkisaran 0,142 – 0,575 mg/m3. Sebaran SPL pada bulan Mei berkisaran 27,65 – 32,31 oC sedangkan  SPL  pada bulan Juni berkisaran  27,65 – 31,58 oC. Musim Peparlihan  barat-timur dan musim timur tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil tangkapan , tetapi daerah front memberikan pengaruh yang besar terhadap penbentukan Feeding graund serta memberi penghalang buat mingarsi ikan karna pergerakan air yang kuat.

Kata Kunci: Klorofil-a dan Suhu Permukaan laut (SPL)


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.