PENGARUH SUHU DAN LAMA THAWING TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA PADA STRAW SAPI BALI

muhammad hadi purnomo, supriyono supriyono

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lamanya perlakuan thawing terhadap kualitas spermatozoa pada straw sapi Bali. hasil penelitian ini diharapkan dapat di jadikan sebagai sumber informasi tentang kualitas spermatozoa pada saat thawing sehingga mendapatkan hasil yang baik dan dapat dijadikan pedoman inseminator di lapangan. 

Penelitian ini dilaksanakan di Puskeswan dan Rumah Potong Hewan Rimbo bujang, Waktu percobaan dilakukan selama 7 hari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, 3x3 dengan 3 kali ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan. Perlakuan dalam penelitian adalah: Faktor A: suhu thawing a1: suhu thawing 36˚C, a2: suhu thawing 38˚C, a3: suhu thawing 40˚C dan Faktor B: lama thawing b1: lama thawing 3 detik,b2lama thawing 7 detik dan b3: lama thawing 10 detik sehingga kombinasi perlakuan adalah: a1 b1 : suhu thawing 36˚C selama 3 detik, a1 b2 : suhu thawing 36˚C selama 7 detik, a1 b3 : suhu thawing 36˚C selama 10 detik, ab1 :suhu thawing 38˚C selama 3 detik, a2 b2 : suhu thawing 38˚C selama 7 detik, ab3 : suhu thawing 38˚C selama 10 detik, a3 b1 : suhu thawing 40˚C selama 3 detik, a3 b2 :suhu thawing 40˚C selama 7 detik dan a3 b3 : suhu thawing 40˚C selama 10 detik.

Hasil penetian menunjukkan bahwa Perlakuan Faktor A berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas dan motilitas spermatozoa pada straw sapi bali, perlakuan Faktor B tidak berpengaruh terhadap mortalitas tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa pada straw sapi bali, interaksi antara Faktor A dan B tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas (P>0,01) tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa pada straw sapi bali. Perlakuan Faktor A untuk a1 adalah perlakuan yang terbaik dan perlakuan Faktor B untuk b1 adalah perlakuan yeng terbaik.

 


Full Text:

PDF

References


Darmadja, S.G.N.D. 1980. Setengan Abad Peternakan Sapi Tradisional Dalam Ekosistim Pertanian di Bali. Disertasi Universitas Padjadjaran. Bandung.

Datta, U., Sekar, M. C., Hembram, M. L., Dasgupta, R., 2009. Development of a New Methode to Preserve Caprine Cauda Epididymal Spermatozoa in situ at 10o C. Procedings. Departement of Veterinary Gynaecology & Obstetrics Faculty of Veterinary and Animal Sciences West Bengal University of Animal and Fishery Sciences. Kolkata West Bengal. India.

Djanah, E.W. 1989. Inseminasi Buatan Pada Sapi. Jurusan Ilmu Ternak UGM, Yogyakarta

Garner, D.L and Hafez, E.S.E. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma in Reproduction in Farm Animals 7th edition. Ed by Hafez E.S.E, Lea and Febiger. Philadelphia: 97-100.

Garin, J.H, M. N. Ihsan dan N. Isnaini. Pengaruh Berbagai Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Kambing Peranakan Etawa (PE). Jurnal Universitas Brawijaya, Malang

Hafez, E. 1993. Reproduction in farm animal. 5th Edition. Lea and Febiger. Philadelphia

Hafez, E.S.E. 2000. Asisted Reproductive Technology: Ovulation Manipulation, In Vitro Fertilization/ Embryo Transfer (IVF/ET). Reproduction in Farm Animal. Hafez, E.S.E. 7th ed. William and Wilkins. Awollers Kluwer Company, Philadelphia: 411-443.

Hafs, H.D. dan Elliot. 1954. Effect of thawing Temperatur and Ektender Composition On the Fertility of frozen Bull Semen. J. Anim. Sci 13, 985.

Handiwirawan, M.N. 1997. Inseminasi Buatan LUW. Uiversitas Brawijaya. Malang

Hartono, M. 2008. Optimalisasi Penambahan Vitamin E Dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur Untuk Mempertahankan Kualitas Semen Kambing Boer. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Hunter, R.H.F. 1995. Fisiologi dan Teknologi Reproduksi Hewan Betina Domestik. ITB. Bandung.

Jones, R and T. Mann, 1977. Toxicity of exogenous fatty acid peroxides towards spermatozoa. J. Reprod. Fertile. 50:225-260.

Lindsay. 1982. Reproduksi Ternak di Indonesia. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Brawijaya. Malang.

Mathevonet. 1998. Pengembangan Sapi Potong Berbasis Industri Kelapa Sawit. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Maxwell, W.M.C and P.F. Watson, 1987. Resent progress in the preservation of ram semen. J. Amin. Reprod. Sci. 42:55-65.

Mozes. 1991. Drh, M.Sc, Dr. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Angkasa. Bandung.

Nugroho, W.E. 2003. Efektivitas Konsentrasi Kuning Telur dan Plasma Semen pada Bahan Pengencer Tris Terhadap Kualitas Semen Beku Saenen. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.

Partodiharjo, S. 1992. Ilmu reproduksi Hewan. Cetakan ketiga. Penerbit Mutiara Sumber Widya, Jakarta.

Reksohadiprojo, S. 1984. Pengantar Ilmu Peternakan Tropik. Edisi Pertama. Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Royere. 1996. Veterinary Endocronologi and Reproduction Lea and Febriger, Philadelfhia

Salim. A. T. Susilawati dan S. Wahyuningsih. Pengaruh Metode Thawing terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Bali, Sapi Madura dan Sapi PO. Jurnal Agripet : Vol (12) No. 2: 14-19. Diunduh Maret 2016

Salisbury, G.W and Vandermark. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada sapi. Gajah Mada. University. Press. Yogyakarta.

Solihati N dan Kune P. 2009. Pengaruh Jenis Pengencer Terhadap Motilitas Dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Semen Cair Sapi Simmental. Jurnal Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Bandung.

Srigandono, 1987. ME. Fisiologi Ternak. Fakultas Peternakan. IPB. Bogor.

Tambing, N.S. Mozes, R. Toelihere. Tuty, L. Yusuf. Purwatara, B. Sutama, K. Polmer, Z dan Situmorang. 2003. Pengaruh Frekuensi Ejakulasi Terhadap Karakteristik Semen Segar Dan Kemampuan Libido Kambing Saanen. Balai penelitian ternak Bogor

Toelihere, M. R 1981. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung

Toelihere, M, R. 1985. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Fakultas Kedokteran Hewan. IPB. Penerbit Angkasa. Bandung.

Toelihere, M, R. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Fakultas Kedokteran Hewan. IPB. Penerbit Angkasa. Bandung.

Toelihere, M, R. dan Taurin. 1979. Reproduksi Ternak. Fakultas Kedokteran Hewan. IPB. Penerbit Angkasa. Bandung.

Tomaszewska. 1991. Veterinary Obstetrics and Genital Desease, Itha, New York

Triana, N. I. 2006. Pengaruh Waktu Inseminasi Terhadap Motilitas Dan Viabilitas Spermatozoa Pascainseminasi Pada Kambing. Jurnal FKH Universitas Airlangga.

Watson, P.F. 1996. Cooling of Spermatozoa and Freezing Capacity. Reprod. Dom. Anim. 31: 135- 140.

Widyastuti, E. 2001. Kualitas Semen beku Sapi PFH dengan Penambahan Antioksidan Vit. C dan E. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor

Yudhaningsih, H. 2004. Kualitas dan Integritas Membran Spermatozoa Sapi Madura Menggunakan Motilitas dan Pengenceran yang Berbeda Selam Proses Pembekuan Semen. Skripsi Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Malang.

Zelpina, E., B. Rosadi dan T. Sumarsono. 2012. Kualitas Spermatozoa Post Thawing Dari Semen Beku Sapi Perah. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 15 (2).

Zenichiro K., Herliantien, Sarastina. 2002. Intruksi Praktis Teknologi Prosesing Semen Beku pada Sapi. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari-JICA. Malang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.