PERENCANAAN GELAGAR PENAMPANG I JEMBATAN BETON PRATEGANG BENTANG 30 METER

Ari Endra Nasution, Suwarjo Suwarjo, Tidah Indriyani

Abstract


Struktur beton prategang merupakan salah satu pilihan metode dalam membangun jembatan saat ini. Hal tersebut mempertimbangkan daya guna yang lebih lama dan perawatan yang lebih sedikit. Oleh karena itu analisis perhitungan gelagar jembatan beton prategang untuk berbagai bentang menjadi banyak diperlukan. Standar Bangunan Atas Jembatan Beton Pratekan Dirjen Bina Marga Departemen PU Tahun 1993 telah menetapkan ukuran penampang berdasarkan panjang gelagar dari 22 hingga 40 meter dengan interval tiap 3 meter sehingga tidak seluruh bentang tersedia dimensi penampangnya dari interval tersebut.  Pada tulisan ini akan dilakukan analisis perhitungan penampang gelagar dengan bentang 30 meter hingga perhitungan kabel dan penempatan tendon. Dengan ini diharapkan dapat memperbanyak khazanah contoh perhitungan yang ada. Hasil analisis perhitungan memperlihatkan bahwa penampang gelagar dapat direncanakan lebih efisien lagi dari ukuran yang diberikan oleh standar di atas dengan kontrol tegangan dan lendutan yang masih dalam batas aman. Gaya prategang sebesar 14.500 kg sudah dapat mengakomodir semua beban-beban yang bekerja akan tetapi jika asumsi kehilangan gaya prategang sebesar 15% untuk jangka panjang terjadi maka akan menghasilkan nilai tegangan yang terjadi pada serat bawah gelagar melebihi tegangan tarik izin beton sehingga gaya prategang perlu dinaikkan sebesar 250 kg saat penegangan untuk mengeliminir tegangan yang terjadi tersebut

Keywords


jembatan, beton prategang, 30 meter.

Full Text:

PDF

References


Dirjen Bina Marga Departemen PU. (1987). Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya (hal. 24). Yayasan Badan Penerbit PU.

Dirjen Bina Marga Departemen PU. (1993). Standar Bangunan Atas Jembatan Gelagar Beton Pratekan Tipe T - Kelas A (hal. 62). Departemen Pekerjaan Umum.

Hidayat, A. S., & Chayati, N. (2014). Perancangan Struktur Atas Jembatan Beton Prategang. Jurnal Rekayasa Sipil ASTONJADRO, 3(2), 29–42. http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/ASTONJADRO/article/view/813/652

Nawi, E. G. (2001). Beton Prategang : Suatu Pendekatan Mendasar (B. Suryoatmono (ed.); 3 ed., Nomor 9). Erlangga.

Rangan, P. R. (2019). Perencanaan Jembatan Sungai Mappajang Dengan Jembatan Beton Prategang. Journal Dynamic Saint, 4(1), 782–787. https://doi.org/10.47178/dynamicsaint.v4i1.692

Santosa, A., Sugiyanto, Wicaksono, Y. I., & Atmono, I. D. (2015). Perencanaan Jembatan Prategang Kali Suru Pemalang. Jurnal Karya Teknik Sipil, 4, 1–12. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkts/article/view/9490

Trianida, A. (2016). Perhitungan Struktur Jembatan Prategang Pada Jalan Muallaf Menuju Km.12 Jalan Poros Kota Bangun. Teknik Sipil Dan Arsitektur, 2, 1–12. http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/TEK/article/view/2425

Zaini, M., & Suprapto. (2018). Analisis Optimalisasi Tinggi Fokus ( F ) Pelengkung Pada Perencanaan Jembatan Lengkung Tipe Lantai Atas ( Arch Bridge Deck Type ). Rekayasa Teknik Sipil, 2, 1–5. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/rekayasa-teknik-sipil/article/view/23488/21472




DOI: https://doi.org/10.36355/jkts.v1i2.577

Copyright (c) 2021 Jurnal KOMPOSITS

Jurnal Komposits, Online ISSN 2721-7256 (Online) is Published by Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muara Bungo