Seratus Polibag Cabai: Pemanfaatan Pekarangan untuk kebun cabe di Desa Rantau Kembang
Abstract
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat rantau kembang dalam melakukan budi daya tanaman cabai. Sebab hampir 99,9% warga Rantau Kembang mengkonsumsi Cabai untuk bahan baku rampah-rempah bumbu dapur mereka. Hampir setiap rumah warga masih memiliki lahan atau pekarangan yang cukup luas untuk menanam cabai. Sekarang ini harga cabai semakin hari semakin meningkat baik itu cabai merah/keriting ataupun cabai rawit. Maka cabai akan terus dibutuhkan dengan jumlah yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian nasional.
Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Kandungan vitamin dalam cabai adalah vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri. Cabai merah juga mengandung anti oksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari radikal bebas. Kandungan terbesar anti oksidan dalam cabai terdapat pada cabai hijau. Cabai juga mengandung lasparaginase dan capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker.
Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air. PH tanah yang ideal sekitar 5-6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (maret–april).
Hama yang sering menyerang tanaman cabai yaitu Ulat tanah, Ulat grayak, Bekecot atau siput Kutu Daun, Lalat Buah, Trips, Bercak Daun, Busuk Phytoptora, Antraknosa/Patek, Layu Bakteri, Layu Fusarium, Rebah Semai, Embun tepung/ Powdery mildew, Layu cendawan Sclerotium rolfii Sacc, Bercak Alternaria, Bercak bakteri Xanthomonas campestris pv.vesicatoria. Budidaya cabai dalam polibag memiliki berbagai keuntungan dan kerugian masing-masing.
Kata kunci : kandungan cabai, manfaat cabai, pengolahan lahan, hama cabai, keuntungan dan kerugian.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.