KAJIAN HUKUM TERHADAP ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM YANG MENIMBULKAN KORBAN JIWA DALAM LINGKUP KELUARGA DITINJAU DARI PERSPEKTIF KEADILAN
Abstract
ABSTRAK
Kasus kekerasan atau pembunuhan dalam keluarga yang dilakukan Anak yang Berhadapan dengan Hukum sering kali menimbulkan dilema antara pendekatan retributif dan restoratif di Indonesia. Pendekatan restoratif menekankan pemulihan korban, pelaku, dan komunitas, namun terbatas pada kasus fatal seperti korban jiwa. Sejauh mana restorasi pidana dapat diterapkan pada ABH penyebab korban jiwa dalam keluarga? Bagaimana perspektif keadilan restoratif selaras dengan beberapa peraturan perundang-undangan nasional tentang Diversi? Penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan kasus, menganalisis undang-undang, yurisprudensi Mahkamah Agung, serta doktrin keadilan restoratif ala Howard Zehr. Restorasi pidana memungkinkan melalui diversi jika ada pengakuan kesalahan, restitusi, dan rehabilitasi, meski korban jiwa memerlukan mediasi khusus melibatkan keluarga korban. Pendekatan restoratif terhadap ABH penyebab korban jiwa dalam keluarga layak diterapkan demi kepentingan terbaik anak, asal dibatasi oleh prinsip keadilan substantif dan persetujuan korban. Tantangan utama adalah konflik dengan budaya hukum pidana nasional yang seringkali masih bersifat retributif, sehingga diperlukan revisi regulasi untuk memperkuat restorative justice pada kasus domestik fatal.
Kata Kunci: Restorasi, pidana, ABH, keadilan restoratif.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anwar, M., & Wijaya, M. R. (2019). Fungsionalisasi dan Implikasi Asas Kepentingan Terbaik bagi Anak yang Berkonflik dengan Hukum : Studi Putusan Pengadilan Tinggi Tanjung Karang. Undang: Jurnal Hukum, 2(2), 265–292. https://doi.org/10.22437/ujh.2.2.265-292
Arif, A., Tarigan, P., Rosmalinda, R., & Husna, A. (2018). Tantangan Dan Harapan Gugus Tugas Diversi dan Keadilan Restoratif Dalam Perlindungan Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum di Kota Medan. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 1(1), 150–154. https://doi.org/10.32734/lwsa.v1i1.156
Azis Al Rosyid, Yogi Karismawan , Hertantyo Rizki Gumilar, Anas Chabibun, S. A. S. (2018). Kajian Kriminologi atas Kasus Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi di Wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia). European Psychologist, 23(1), 21–31. https://jurnal.uns.ac.id/recidive/article/view/40620
Deassy J.A. Hehanussa, M. G. et. a. (2023). Metode Penelitian Hukum. In E. Jaelani (Ed.), Jurnal Widina Bhakti Persada (Vol. 4, Issue 3). Widina Bhakti Persada Bandung. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.biteb.2021.100642
Fitrihabi, N., Kurniawan, A., Uin, S., Thaha, S., Jambi, J., Lintas, J.-M., Bulian, M., & Jambi, I. (2021). Kepastian Hukum, Kemanfaatan, dan Keadilan Pemidanaan Kejahatan Asal Usul Perkawinan (Analisis Putusan No. 387/Pid.B/2021/PN.Jmb). Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam, 7(2), 485–509.
Harun, M., & Wati, B. E. (2021). Hukum Pidana Anak (J. Abdillah (ed.)). Rafi Sarana Perkasa.
Herlina, A. (2004). Perlindungan Terhadap Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum. Raja Grafindo Persada.
Irwan, H. N. (2023). Keadilan Restoratif Sebagai Alternatif Dalam Penyelesaian Pelanggaran Tata Ruang. Notarius, 16(2), 961–977.
Marlina. (2009a). Peradilan Pidana Anak di Indonesia: Pengembangan Konsep Diversi dan Restorative Justice (1st ed.). Refika Aditama.
Marlina. (2009b). Peradilan Pidana Anak di Indonesia. Refika Aditama.
Mubarak, N. (2022). Sistem Peradilan Pidana Anak (Amriana (ed.); 1st ed.). Insight Mediatama.
Naibaho, N., Harkrisnowo, H., Ar, S., & Wibisana, A. G. (2021). Criministrative Law: Developments and Challenges In Indonesia. Indonesia Law Review Volume, 11(1). https://doi.org/10.15742/ilrev.v11n1.647
Rahman, F. (2019). Contextualizing Restorative Justice Through Diversion Mechanism: a Study of Indonesia’S Juvenile Justice System. Indonesia Law Review, 9(3), 241–258. https://doi.org/10.15742/ilrev.v9n3.584
Rahmawati, A., & Yudianto, O. (2023). Pengaturan Pemberian Restitusi Dalam Suatu Tindak Pidana Pembunuhan (Studi Putusan Nomor 22-K/PMT-II/AD/II/2022). Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 3(2), 1677–1696. https://bureaucracy.gapenas-publisher.org/index.php/home/article/view/273%250
Rif, M., & Isnawati, M. (2024). Restorative Justice : Pemaknaan , Problematika , dan Penerapan yang Seyogianya. UNES Journal of Swara Justisia, 8(2), 276–289. https://swarajustisia.unespadang.ac.id
Rivanie, S. S., Muchtar, S., Muin, A. M., Prasetya, A. M. D., & Rizky, A. (2022). Perkembangan Teori-teori Tujuan Pemidanaan. Halu Oleo Law Review, 6(2), 176–188. https://doi.org/10.33561/holrev.v6i2.4
Ronaldi, & Saraswati, D. (2024). Restorative Justice dalam Hukum Pidana. PT. Media Penerbit Indonesia.
Rosidah, N. (2019). Sistem Peradilan Pidana Anak.
Rositawati, Dian; Tedjaseputra, J. A. (2023). Melindungi Ekspresi Analisis Pidana dan HAM Putusan Pengadilan di Indonesia. In Andrew’s Disease of the Skin Clinical Dermatology. https://leip.or.id/wp-content/uploads/2023/06/eBook-Melindungi-Ekspresi-Analisis-Pidana-dan-HAM-atas-Putusan-Pengadilan-di-Indonesia.pdf
Rukman, A. A. (2023). Keadilan Restoratif Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jurnal Restorative, 51(2), 96–117. https://doi.org/10.14710/mmh.51.2.2022.199-208
Sabri, F. (2023). Perlindungan Hukum Dengan Restitusi Terhadap Anak Yang Menjadi Korban Tindak Pidana. UNES Journal of Swara Justisia, 6(4), 398. https://doi.org/10.31933/ujsj.v6i4.293
Setiady, T. (2010). Pokok-pokok Hukum Panitensier Indonesia. Alfabeta.
DOI: https://doi.org/10.36355/rlj.v7i1.1977
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Gerry Anderson Gultom, Fahrizal S. Siagian, Johannes Pasaribu, Marlina Marlina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)