ANALISIS RISIKO USAHATANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN LIMBUR LUBUK MENGKUANG KABUPATEN BUNGO
Abstract
Kelapa sawit komoditi perkebunan unggulan dan utama Indonesia, sebagai penyumbang devisa terbesar dengan komoditi lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya risiko produksi, risiko pendapatan dan memitigasi risiko di Kecamatan limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo dengan menggunakan metode survei. Metode analisis data menggunakan koefisiensi variasi, dan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa risiko diperoleh dari nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,0024 artinya apabila CV < 0,5 maka risiko usaha tani yang dihadapi petani rendah. Risiko pendapatan diperoleh dari nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,00062 artinya apabila CV < 0.5 maka risiko pendapatan yang dihadapi petani Rendah. Upaya memitigasi risiko produksi dan pendapatan adalah, mempersiapkan obat obatan yang sesuai untuk mengatasi hama dan penyakit tersebut, ketua kelompok petani menyusun RDKK (recana definitive kebutuhan kelompok) dengan sesuai data petani yang ada, membuat jalan swadaya kerja sama antara kelompok tani dan pemerintah, RDKK di awasi dari proses pengajuan sampai akhir agar tidak ada pihak yang menyalah gunakan pupuk bersubsidi, Risiko pendapatan (a) bagi petani hendak nya memperhatikan sumber daya peralatan yang digunakan dalam berusahtani dengan menambah peralatan yang masih kurang sehingga mampu meningkatkan produksi dalam usaha tani kelapasawit(b)bagi petani sebaiknya memperhatikan persedian pasar untuk penjualan hasil produksi kelapa sawit TBS yaitu perusahaan yang bermitra dengan memperkuat kelembagaan petani sehingga mampu menjual hasil produksi tepat waktu.
Abstract
Palm oil is Indonesia's leading and main plantation commodity, as the largest foreign exchange earner with other commodities. The purpose of the study was to determine the magnitude of production risk, income risk and mitigate risk in Limbur District, Lubuk Mengkuang, Bungo Regency by using a survey method. Methods of data analysis using the coefficient of variation, and descriptive analysis.
The results showed that the risk obtained from the coefficient of variation (CV) of 0.0024 means that if the CV <0.5 then the risk of farming faced by farmers is low. Income risk is obtained from the coefficient of variation (CV) of 0.00062, meaning that if CV <0.5 then the income risk faced by farmers is low. Efforts to mitigate production and income risks are, preparing appropriate medicines to overcome these pests and diseases, the head of the farmer group preparing the RDKK (definitive plan for group needs) in accordance with existing farmer data, making a self-help way of cooperation between farmer groups and the government, RDKK supervised from the submission process to the end so that no party misuses subsidized fertilizers, Income risk (a) for farmers should pay attention to the equipment resources used in farming by adding equipment that is still lacking so as to increase production in oil palm farming (b For farmers, it is better to pay attention to market supply for the sale of FFB oil palm products, namely companies that partner with farmers to strengthen institutions so that they are able to sell their products on time.
Keywords: Production Risk, Income Risk, Mitigating Risk
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, Suharsimi. 2006. Metodelogi penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara
Awaluddin. 2014. Kajian Model Pemberdayaan Petani Padi melalui Penggunaan Tiga Media Komunikasi di Kabupaten Bima. https://habitat.ub.ac.id/index.php/habitat/article/download/155/177. Diakses pada tanggal 25
September 2017 pukul 23.56 WITA. Makassar..
Badan pusat statistik Provinsi jambi 2015-2019
Badan Pusat Statistik kabupten bungo. 2019
Bungo dalam angka 2019.Statistik Kabupaten Bungo. .
Fauziyah, E. 2011. Manajemen Risiko Usahatani Padi Sebagai Salah Satu Upaya dalam Mewujudkan Ketahanan Rumah Tangga Petani. http://pertanian.trunojoyo.ac.id/semnas/wp-content/uploads/ Manajemen-Risiko-Pada-Usahatani-Padi-Sebagai-Salah -Satu-Upaya-
Fikriman, F., & Herdiansyah, A. (2017). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Buruh Panen Buah Kelapa Sawit (studi Kasus pada Divisi I PT. Megasawindo Perkasa Ikecamatan Pelepat Kabupaten Bungo). JAS (Jurnal Agri Sains), 1(1).
Fikriman, F. (2017). Tranformasi Pertanian dan Pembangunan Pedesaan. JAS (Jurnal Agri Sains), 1(2).
Kantor pertanian,2019 Kematan Limbur Lubuk Mengkuang. Kabupaten Bungo. Provinsi Jambi
Kementerian Pertanian. 2016. Basis Data Pertanian. https://aplikasi2.pertanian. go.id/bdsp2/id/lokasi. Diakses pada tanggal 9 Februari 2017 pukul 21.39 WITA. Makassar.
Kementrian Pertanaian 2015-2019 Buku Publikasi Statistik
Prihatiningtyas, Eko. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2013. Skripsi, Fakultas Ekonomi & Bisnis.
Soekartawi, Rusmiadi, dan E. Damaijati. 1993. Risiko dan Ketidakpastian dalam Agribisnis (Teori dan Aplikasi). Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Suharyanto, dkk. 2016. Analisis Risiko Produksi Usahatani Padi di Provinsi Bali. https://www.journal.umy.ac.id/index.php/ag/article/ view/1117/1195. Diakses pada tanggal 26 April 2017 pukul 20.51 WITA. Makassar.
Sukamto. 2008. 58 Kiat Meningkatkan Produktivitas dan Mutu Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Jakarta.
DOI: https://doi.org/10.36355/jas.v5i1.696
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 JAS (Jurnal Agri Sains)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















