EMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SECARA VERTICULTURE SEBAGAI SARANA UNTUK BUDIDAYA SAYURAN DI DESA BARU KIBUL KECAMATAN TABIR BARAT, KABUPATEN MERANGIN

Eko Afrio, Miko Mirwanto, Zia Ulfa, Novita A

Abstract


Vertikultur merupakan salah satu variasi dari teknik budidaya. Dalam bahasa aslinya yakni
Bahasa Inggris, arti "verticulture" gabungan dari dua suku kata, vertical dan culture. Secara
umum memberikan pengertian vertikultur adalah budidaya tanaman dengan cara bertingkat
atau bersusun, memanfaatkan ruang ke arah atas. Tujuan dari sistem ini tentu saja menghemat
ruang dengan kemudahan beberapa variasi tanaman. Pengembangannya dapat dilakukan di
lahan pekarangan rumah, tidak memerlukan tempat yang relatif luas serta biaya yang murah.
Sistem ini sangat cocok dikembangkan diwilayah perkotaan yang rata-rata penduduknya
hanya memiliki luasan sisa lahan perumahan yang sempit. Asal syarat utama dari kehidupan
tanaman adalah sinar matahari tercukupi, sistem penanaman vertikultur ini sangat fleksibel
penempatannya, selain mudah dan relatif murah (dibandingkan sistem tanam konvensional
pada tanah) juga dianggap ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa
Kukerta universitas muara bungo Periode XIV (empat belas) di desa baru kibul kecamatan
tabir barat Kabupaten merangin pada tanggal 26 januari 2017. Hadir dalam kegiatan ini
Perangkat Dusun, Tim Penggerak PKK dan Pengurus POSDAYA. Kegiatan ini berupa
penyuluhan mengenai teknik vertikultur, pembuatan kompos dan pestisida nabati. Kegiatan
ini memberikan wawasan kepada masyarakat tentang memanfaatkan lahan pekarangan rumah
yang sempit namun masih dapat digunakan untuk budidaya, yaitu secara vertikultur. Kata Kunci: pekarangan rumah, vertikultur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.