ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI TERHADAPKINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MOJOKERTO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto, mendeskripsikan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto, dan menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan penelitian kuantitatif. Metode pengolahan data dalam penelitian ini adalah dengan persamaan permodelan structural equation modeling (SEM). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif yang mengadopsi Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto secara umum berkompetensi tinggi yang terdiri dari 12 indikator sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 91/Permentan/OT.140/9/2013. Penyuluh Pertanian di Kabupaten Mojokerto secara umum mempunyai kinerja yang tinggi sesuai dengan pedoman Departemen Pertanian tahun 2009 yang terdiri dari 9 indikator. Kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdillah dan Jogiyanto.(2009). Konsep Dan Aplikasi PLS (Partial Least Square) Untuk Penelitian Empiris. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM
Abdullah.(2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo
Aguinis, Herman dan Kurt Kraiger. 1997. Practicing What We Preach: Competency – Based Assessment of Industrial/Organizational Psychology Graduate Students. Denver: University of Colorado, 1997.
Anwas, O. M. 2013. Pengaruh Pendidikan Formal, Pelatihan, dan Intensitas Pertemuan terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian.Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 19 (1), 50.
Bahua, I. dan L. Marleni. 2016. Model pengembangan kompetensi penyuluh pertanian di Provinsi Gorontalo. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 9 (1) : 13-19.
Bahua, Mohamad Iqbal. 2016. Kinerja Penyuluh Pertanian. Yogyakarta.Deepublish.
Banunaek, M. F., Suminah, S., & Karsidi, R. (2017). Pemberdayaan untuk Meningkatkan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Penyuluhan, 13(2), 210.
BPS. 2020. Indikator Pertanian (Direktorat Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura). ©Badan Pusat Statistik/BPS - Statistics Indonesia
Creswell, John W. (2007) Qualitative Inquiry & Research Design Choosing Among Five Apporoaches. California: Sage Publication Inc.
Departemen Pertanian, 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16Tahun 2006. Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan danKehutanan. Jakarta.
Ellyta, E., Sasmito, S., & Ekawati, E. (2021). The Role Of Agricultural Extension Worker In Rice Farming In Covid-19 Pandemic In Sambora Village, Mempawah Regency. Ziraa’Ah Majalah Ilmiah Pertanian, 46(3), 315–326
Ghozali, Imam, Hengky Latan. 2015. Konsep, Teknik, Aplikasi Menggunakan Smart PLS 3.0 Untuk Penelitian Empiris. BP Undip. Semarang.
Ghozali, Imam. 2013. A plikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hadi, S. 2015. Statistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hartati, P., M. J. Surung, Sudirman, dan A. Wahab. 2011. Analisis Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Jurnal Agrisistem, 7 (2): 95-97
Hutapea, Parulian & Thoha.Nurianna. 2008. Kompetensi Plus. Jakarta: GramediaJaya, I.G.N.M. & Sumertajaya, I.M., 2008. Pemodelan Persamaan Struktural Dengan Partial Least Square. Prosiding Semnas
Matematika dan Pendidikan Matematika, 1, pp.118-32.
Kartasapoetra AG. 1997. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Bina Aksara
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2013. Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 91/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian
Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Kerja sama Lembaga Pengembangan Pendidikan. Surakarta: UNS Press.
Marius. J.A., Sumadjo, & Margono, S. 2006. Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Penyuluh terhadap Kompetensi Penyuluh di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pertanian, 3.
Marliati; Sumardjo; Pang S. Asngari; Prabowo Tjitropranoto Dan Asep Saefuddin. 2008. Faktor-Faktor Penentu Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian Dalam Memberdayakan Petani(Kasus di Kabupaten Kampar Provinsi Riau). Jurnal Penyuluhan.4 (2) :95
Peranginangin, M. I. F. R. L. Silalahi dan R. Siregar.Hubungan karakteristik penyuluh dengan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Simalungun.Journal of Agrica Ekstensia. 10 (2) : 35-44.
Peraturan Menteri Pertanian, No. 91 Tahun 2013. Pedoman Evaluasi KinerjaPenyuluh Pertanian. Jakarta.
Priyatno, Duwi, 2014, SPSS 22 Pengolah Data Terpraktis, Edisi 1, Yogyakarta: ANDI. Hal: 94, 103, 106.
Republik Indonesia. 2006. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
Riduwan. 2013. Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tandibato, H. E., Kaunang, R., & Memah, M. Y. (2021). Covid-19 Pandemic at Sub District Taratara Satu of West Tomohon District Tomohon City . 17, 251–260.
Tenenhaus, M., (2004). PLS Regression and PLS Path Modeling for Multiple Table Analysis. COMPSTAT 2004 Proceedings.Physica-Verlag, Springer, Wurzburg, Berlin.
Wahyuti, Umi. 2017. Metode dan Tektil Penyuluhan Pertanian. UniversitasTerbuka – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.Tanggerang Selatan.
Zainal, M. 2009. Mengurai Variabel hingga Instrumen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
DOI: https://doi.org/10.36355/jas.v8i1.1305
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 JAS (Jurnal Agri Sains)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















