Identifikasi Serangga Hama Di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tm 2 Pada Afdeling O Pt. Jamika Raya Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang

Effi Yudia Yudiawati, Muhammad iqbal, Hasnelly Hasnelly

Abstract


Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2025 sampai pada tanggal 23 Maret 2025 pada 6 blok di Afdeling O. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga, indeks keanekaragaman jenis serangga, indeks kemerataan spesies, dan indeks kekayaan spesies serangga hama di Afdeling O Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) PT. Jamika Raya di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang pada fase Tanaman Menghasilkan atau TM 2.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan  purposive sampling atau cara survey. Pengambilan sampel di lakukan sebanyak 6 kali dengan interval 2 minggu sekali pada tiap blok yang telah di tentukan. Pengambilan sampel dengan 2 metode, yaitu perangkap jebakan (fill trap) dan perangkap jarring (sweep net). Setiap blok di tentukan petak pengambilan sampel seluas 75 meter x 75 meter dengan 5 plot pengambilan sampel. Tiap plot pengambilan sampel seluas 25 meter x 25 meter dengan jarak 25 meter antar plot. Pada tiap plot di pasang 4 buah perangkap jebakan  serangga (fill trap), dan perangkap jaring digunakan dengan cara mengayunkan jaring secara zig-zag sebanyak 20 kali ayunan sambil berjalan di sekeliling tiap plot. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis-jenis serangga hama yang diperoleh di Afdeling O Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) PT. Jamika Raya Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang terdapat 7 ordo dengan 15 spesies, yaitu Blatella germanica, Periplaneta sp, Chalcosoma atlas, Cockchaver melolontha larva, Aphis gossypii sp, Bothrogonia ferruginea, Boisea trivittata, Dholiholderus thoracicus Smith, Selenopsis invicta, Reticullitermes sp, Orgyia sp, Setora nitens, Oxya chinensis, Valanga nigricornis,dan Archeta domesticus, dengan nilai indeks keanekaragaman berkisar dari 1,39 hingga 2,11 yang tergolong kriteria sedang, nilai indeks kemerataan spesies berkisar dari 0,60 hingga 0,92 yang tergolong kriteria komunitas stabil, dan nilai indeks kekayaan spesies berkisar dari 1,61 hingga 2,03 yang tergolong kriteria tingkat kekayaan spesies rendah.

Keywords


Keanekaragaman, Indeks Serangga Hama, Kelapa Sawit

Full Text:

PDF

References


bdullah, F., Ilyas, S., dan Asma, R. 2018. Kerusakan tanaman akibat serangan kecoa pada kelapa sawit. Jurnal Pertanian Tropis, 30(1), 45-52.

Adnan, I.S., Utoyo, B. dan Kusumastuti, A. 2015. Pengaruh Pupuk NPK dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery. Jurnal AIP vol 3 no 2 69-81.

Badan Pusat Statistik. 2023. Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang Dalam Angka 2023.Diunduh dari https://bungokab.bps.go.id/id/publica ion/2023/09/26/a3a99ea4599d19bb1 e1e1aa/kecamatan-limbur-lubuk-mengkuang-dalam-angka-2023.html. Diakses pada 21 November 2024.

Blackman, R. L., dan Eastop, V. F. 2000. Aphids on the World’s Ceops: An Identification and Information Guide. John Wiley & Sons.

Borror, D. J., Triplebom, C. A. dan Johnson, N .F. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga, Edisi Keenam, Teijemahan: Soetiyono Partosoedjono. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Borror, D. J., Triplebom, C. A., dan Johnson, N. F. 1996. Pengenalan Pelajaran Serangga, Edisi Keenam. Partosoedjono S, penerjemah : Brotowidjoyo MD, editor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari : An Introduction to The Study of Insects.

Corley, R. H. V. dan Tinker, P. B. 2016. The Oil Palm (5th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

Cranshaw, W. 2004. Garden Insects of North America: The Ultimate Guide to Backyard Bugs. Princeton University Press.

Damayanthi, E. 2016. Keanekaragaman Coccinellidae Predator Pada Pertanaman Padi Di Dataran Rendah Dan Dataran Tinggi Di Sumatera Barat. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang.

Dwi, S. 2008. Ekologi Serangga. Malang : UIN Malang Press.

Dwiastuti, M. E., dan Hermanto, A. 2017. “Keanekaragaman Serangga pada Tanaman Kelapa Sawit di PT. Humusindo Makmur Sejati, Kabupaten Labuhan Batu Selatan.” Jurnal Menara Ilmu, 11(76),27–35. https://jurnal.umsb. ac.id.

Fahrudin, S., dan Zainal, A. M. 2016 ‘’Identification and management of oil palms pests’’. Oil Palm Research Journal. Vol 23(23). 11-22.

Faundez, El., dan Carvajal, M. A. 2011. Blatella germanica (Linnaeus, 1767) (Insecta:Blattaria) en la Region de Magallanes. Boletin de Biodiversidad de Chile, 5:50-55.

Fauzi Y., Satyawibawa, I., Paeru , R., dan Widyastuti, Y. 2004. Perkebunan Kelapa Sawit. Jakarta: Penebar Swadaya.

Gevit R. T., Tarigan, M. U., dan Lisnawati, L. 2013 Indeks Keanekaragaman Jenis Serangga Pada Pertanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Kebun Helvetia Pt. Perkebunan Nusantara II .Jurnal online agroekoteknologi vol.1, no.4,September 2013.

Helms, K. R., dan Vinsob, S. B. 2002. Widespread invicta with aninvasive mealybug. Ecology, 83(9), 2425-2438.https://doi.org/10.1890/00129658(2002)083[2425:WAOTIA]2.0.C;2.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Cetakan Pertama. Jakarta: Rineka Cipta.

Kalshoven, L. G. E. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. PT Ichtiar Baru – Van Hoeve.

Korb, J., dan Hartfelder, K. 2008. Life history and development – a framework for understanding developmental plasticity in lower termites. Biological Reviews, 83(3), 295–313.

Magurran, A. E. 2004. Measuring Biological Diversity. BlackwellPublishing.

Nasution, M. N. 2019. Kajian Biaya Aplikasi Rodentisida Klerat Dalam Pengendalian Hama Tikus (Rattus Sp.) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaesis guineensis Jacq.) di PT. Bakrie Kisaran Kebun Serbagan Estate. Skripsi. Medan STIPAP.

Putra, Y., dan Cahya, D. 2019. “Identifikasi Jenis-Jenis Hama pada Pembibitan Kelapa Sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara.” Jurnal Agrifarm, 7(2), 66-73. https://journal.uwgm.ac.id/index.php/agrifarm/article/view/527.

Prabowo, M., dan Suryanto, A. 2020. Peran Serangga Sebagai Vektor Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit. Jurnal Agroteknologi, 14(3), 67-72.

Rafflegeau, S., I., Michel, D. B., Tailliez, B., Ndigui, F. dan Papy. 2010. Unexpected and K nutrition diagnosis in oil palm smallholdings using references of high tuelding industrial plantation. Agron. Sustain. Dev. 30.777-78.

Romera, N. J., Segura, L. O., dan Refugio, L. R. 2015. Contribucion al studio de Boisea trivittata (Say, 1825) (Hemiptera: Rhopalidae) en Mexico. Boletin de La Sociedad Entomologica Arago nesa. 56: 273-376.

Rozi, F., dan Nurfaizi, M. 2020.“Survei Hama Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyatd Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya’. Jurnal AgroteknologiTropika,8(1),1825.https://www.researchgate.net/publication/341346700.

Sipayung, A., dan Nasution, Z. 1991. Hama dan Penyakit Kelapa Sawit. PTPN V, Pekanbaru).

Sipayung, A., dan Nasution, D. 2021. “Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak Terhadap Aphis gossypii pada Tanaman Cabai”. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 6(3), 59-64. https://jurnal.unimed.ac.id.

Sipayung, A., Siswanto., dan Simatupang, T. 2013. Hama dan Penyakit Kelapa Sawit. Medan: Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Sipayung, A., Nurhayati., dan Sembiring, A. 2016. “Identifikasi dan Pengendalian Hama Belalang pada Tanaman Perkebunan”. Buletin Perkebunan, 22(2), 112–119.

Siwi. S. S. 1991. Kunci Determinasi Serangga. Kanisius. Yogyakarta.

Su, N.-Y., dan Scheffrahn, R. H. 2000. Termites as pests of buildings. In Termites: Evolution, Sociality, Symbioses, Ecology (pp. 437-453). Springer.

Subiantoro, H. 2019. “Serangga Hama pada Lahan Perkebunan dan Pengelolaannya”. Jurnal Agrifarm, 7(2), 52 - 60. https://journal.uwgm.ac.id/index.php/agrifarm/article/view /527.

Sudharto, P. 1991. Hama Tanaman Kelapa Sawit dan Cara Pengendaliannya. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat. Pematang Siantar. 72 Hal.

Sulaiman, Z., Nasir, S., dan Nur, S. 2017. Efek serangan kecoa terhadap pertumbuhan kelapa sawit di perkebunan, Jurnal Agronomi Tropis, 22 (2), 58-63).

Sundararaj, R., dan Mahesh, S. 2015. Termite infestation in oil palm plantations: Identification, damage, and management. Indian Journal of Entomology, 77(3), 245–251.

Suprapto, 2014. Indeks Keanekaragaman Jenis Ikan Demersal di Perairan Tarakan. Jurnal Bawal. 6.(1).pp.47-45.

Susanto, A., Prasetyo, A. E., Simanjuntak, D., Rozziansha, T. A. P., Priwiratama, B.

Sudharto, R., Cbenon, D., Widi, A. T., dan Purba, Y. 2012. EWS Ulat Kantong, Ulat Api, Ulat Bulu,. Pusat Penelitian Kelapa Sawit Pematang Siantar. 179 Hal.

Syamsudin, T. S., dan Wahyudi, A. 2007. Hubungan antara semut kuning (Dolichoderus thoracicus) dengan kutu putih dan pengaruhnya terhadap tanaman kelapa sawit. Jurnal Entomologi Indonesia, 6(2), 85–92.

Syamsul, A., dan Putra, E. S. 2021. Dampak Serangan Hama pada Tanaman Kelapa Sawit: Studi Kasus di Perkebunan Kelapa Sawit Sumatera Utara. Jurnal Pertanian Tropika, 15(2), 103-115.

Vinson, S. B. 1997. Invasion of the red imported fire ant (Hymenoptera:Formicidae): spread, biology, and impact. American Entomologist, 43(1):23-39; 10 ref.

Way, M. J., dan Khoo, K. C. 1992. Annual review of Entomology 37(1), 479-503.

Way, M. J., dan Khoo, K. C. 1992. Role of ants in pest management. Annual Review of Entomology, 37, 479–503.

Wikipedia. 2009. Anatomi dan Morfologi serangga. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian: Lampung.




DOI: https://doi.org/10.36355/jsa.v10i2.1901

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Sains Agro

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

JSA (Jurnal Sains Agro)  online ISSN 2580-0744 is published by Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo 

 

View My Stats