KECERNAAN PELET PAKAN KAMBING DENGAN BERBAGAI IMBANGAN HIJAUAN DAN BIOKONVERSI MANURE SECARA IN VITRO

Khalilul Rahman, Irzal Irda, Ramaiyulis Ramaiyulis

Abstract


Lapisan pupuk kandang dari kandang closed house merupakan salah satu sumber bahan pakan yang potensial untuk dikembangkan dengan teknik pengolahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keseimbangan hijauan dan biokonversi  lapisan pupuk kandang  yang tepat dalam pelet pakan kambing dengan parameter kecernaan bahan kering, kecernaan protein kasar, dan kandungan VFA dalam rumen secara in vitro . Biokonversi lapisan pupuk kandang  difermentasi menggunakan kapang Aspergillus niger dan khamir Saccharomyces cerevisiae selama 6 hari pada suhu 30°C, Penanaman hijauan dan biokonversi pupuk kandang sebagai perlakuan yaitu: A= 75% : 25%, B= 50% : 50%, C= 25% : 75%, D= 0% : 100%. Campuran hijauan dan biokonversi. Semua perlakuan diberi tambahan 10% molases sebagai perekat, kemudian dicetak berbentuk pelet. Pengujian pelet pakan kambing in vitro dilakukan mengikuti metode Tilley dan Terri. Hasil penelitian menunjukkan kecernaan bahan kering meningkat (P<0,05) pada perlakuan A sebesar 55,87%. Kecernaan protein kasar pada perlakuan A mengalami peningkatan yaitu 45,07%. Kandungan VFA tertinggi (P<0,05) terdapat pada perlakuan A 98,00 mM. Perlakuan yang terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan A yaitu pelet pakan kambing dengan keseimbangan hijauan dan biokonversi manure layer secara in vitro 75% : 25%.


Keywords


manure layer; kecernaan; bahan kering: protein kasar; VFA

Full Text:

PDF

References


Arora, S.P. 1989. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. UGMPress.Yogyakarta.

Aryanto, B. Suwignyo, dan Panjono. 2013. Efek Pengurangan dan pemenuhan kembali jumlah pakan terhadap konsumsi dan kecernaan bahan pakan pada kambing kacang dan peranakan etawah. Buletin Peternakan. 37(1): 12–18.

Helda, Sabuna C (2012) Fermentasi kotoran kambing dan ayam dengan nira lontar sebagai pakan ayam. Partner 19:112-120.

Helmy C., Caribu Hadi Prayitno Dan Nur Hidayat.2020. Konsentrasi Vfa Dan N-Nh3 Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Yang Dipupuk Organik Serta Npk Secara In vitro.

Juliastuti, Aldino, Fanandy, Nuniek & Sumarno. 2008. Penurunan Kadar Lignin dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Pemecahan Material Selulosa untuk Pembentukan Glukosa dengan Proses Fungal Treatment. jurnal Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 1–6. K

Kopec M, Gondek K, Mierzwa-Hersztek M, Antonkiewicz J. 2018. Factors influencing chemical quality of composted poultry waste. Saudi J Biol Sci 25:1678-1686 doi: 10.1016/j.sjbs.2016.09.012.

Krishna, S, B.N and K.L. Devi. 2005. Optimization of thermostable alkaline protease production from species of Bacillus using groundnut cake. African J. Biotechnol. 4(7).724726

Kusumorini, A., Cahyanto, T., Utami, L, D. (2017). Pengaruh Pemberian Fermentasi Kotoran Ayam Terhadap Populasi dan Biomassa Cacing. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri SGD Bandung, x(1), 16–36.

McDougall, E. J. (1948). Studieson Saliva. 1. The Composition and Output of Sheeps Saliva. Biochem. J, 43, 99–109.

Merdekawani, S., & Kasmiran, A., (2013). Fermentasi limbah kulit buah kakao (Theobroma cacao l) dengan Aspergillus niger terhadap kandungan bahan kering dan abu. Jurnal Lentera, 2(13), 37-42.

Natalia D, Suprijatna E, Muryani R (2016) Pengaruh penggunaan limbah industri jamu dan bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.) sebagai sinbiotik untuk aditif pakan terhadap performans ayam petelur periode layer. J Ilmu-Ilmu Peternakan 26:6-13

Nisa. D., J. Achmadi, and F. Wahyono. 2017. Degradabilitas bahan organik dan produksi total Vollatile Fatty Acids (VFA) Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam rumen secara In vitro. J. IlmuIlmu Peternakan 27 (1): 12 – 17.

Pamungkas GS, Sutarno, Mahajoeno E (2012) Fermentasi lumpur digestat kotoran ayam petelur dengan kapang Aspergillus niger untuk sumber protein pada ransum ayam. Bioteknologi 9:26- 34. doi: 10.13057/biotek/c090105

Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Purwadaria, T., T. Haryati, T. Setiadi, J. Dharma, A.P. Sinurat dan T. Pasaribu. 1995. Optimalisasi fermentasi (teknologi Bioproses) bungkil kelapa. Kumpulan Hasilhasil Penelitian APBN Tahun Anggaran 1994/1995. Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor.

Ramachandran, S., P. Fontanille, A. Pandey and C. Larroche. 2008. Fed-batch Production of gluconic acid by terpenetreated Aspergillus niger spores. Applied Biochem. Biotech. 151 : 413- 423.

Ramaiyulis. (2018). Fermentasi Rumen Dengan Sumplementasi Ampas Daun Gambir untuk Meningkatkan Efisiensi Ransum dan Peforma Sapi Bali. Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang.

Rambet, V., J.F Umboh., Y. L. R. Tulung., dan Y. H. S. Kowel. 2016.Kecernaan Protein Dan Energi Ransum Broiler Yang Menggunakan Tepung Manggot

Reis, Bassi, Silva, & Ceccato-Antonini. 2013. Characteristics of Saccharomyces cerevisiae Yeasts Exhibiting Rough Colonies and Pseudohyphal Morphology with Respect to Alcoholic Fermentation. Brazilian Journal of Microbiology. 44(4): 1121–1131.

Riswandi, R., & Muslima, A. (2018). Manajemen Pemberian Pakan Ternak Kambing di Desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Peternakan Sriwijaya, 7(2), 24-32

Rudiah. 2011. Respon Kambing Kacang Jantan Terhadap Waktu Pemberian Pakan. Balai Penelitian Ternak, Bogor. www.jurnal.untad.ac.id. Diakses tanggal 20 Juni 2023.

Semaun, R., (2013). Kecernaan in-vitro kombinasi fermentasi jerami jagung Hindraningrum, N., M. Bata dan S. A. Santosa.2011. Produk fermentasi rumen danproduksi protein mikroba sapi local yang diberi pakan jerami amoniasi dan beberapa bahan pakan sumber energi. J.Agribisnis Peternakan, 11 (2): 29 34

Suhartanto, B., Utomo, R., Budisatria, I. G. S., Yusiati, L. M., & Widyobroto, B. P. (2014). Pengaruh penambahan formaldehid pada pembuatan undegraded protein dan tingkat suplementasinya pada pelet pakan lengkap terhadap aktivitas mikrobia rumen secara in vitro. Buletin Peternakan, 38(3), 141-149.

Tarigan, A., and S. P. Ginting. 2011. Pengaruh Taraf Pemberian Indigofera sp.

Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Pakan serta Pertambahan Bobot Hidup

Urribari, L., A. Ferrer and A. Collina. 2005. Leaf protein from ammonia treasted

Vitro. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas jambi. Jambi

Vitro. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas jambi. Jambi.

Wahono, S. K., Damayanti, E., Rosyida, V. T., & Sadyastuti, E. I. (2011, July). Laju pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae pada proses fermentasi pembentukan bioetanol dari biji sorgum (Sorghum bicolor L.). In Proceeding of National Seminar on Chemical Engineering and Process at Diponegoro University. Semarang (p. D04).

Yenita, D. 2021. Pengaruh Substitusi sebagian Hijauan Dengan Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik dan pH Secara In

Yusmandi. 2008. Kajian Mutu Dan Palatabilitas Silase Dan Hay Ransum Komplit Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik dan pH Secara In Kambing yang Diberi Rumput Brachiaria ruziziensis. JITV. 16 (1): 25




DOI: https://doi.org/10.36355/sptr.v6i2.1481

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter