EVALUASI POST THAWING MOTILITY SPERMATOZOA BEKU SAPI SIMENTAL PRODUKSI BPTSD PAYAKUMBUH

Alfian Asri, haris satria, John Hendri, Friza Elinda

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu thawing terhadap kualitas spermatozoa beku sapi Simental produksi Balai Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya Tuah Sakato (BPTSD) Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan waktu thawing, yaitu 15 detik (P1), 30 detik (P2), dan 45 detik (P3) pada suhu 38°C, masing-masing dengan enam ulangan. Variabel yang diamati meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa pasca-thawing. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa waktu thawing berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan thawing 30 detik (P2) menghasilkan motilitas tertinggi (56,00 ± 3,16%), viabilitas tertinggi (70,40 ± 3,01%), dan abnormalitas terendah (13,20 ± 1,87%) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Waktu thawing 30 detik memberikan kondisi optimal bagi proses pencairan semen secara sempurna tanpa menimbulkan stres osmotik maupun termal, sehingga dapat mempertahankan integritas membran plasma, fungsi mitokondria, dan morfologi spermatozoa. Dengan demikian, durasi thawing selama 30 detik pada suhu 38°C direkomendasikan sebagai kondisi terbaik untuk menjaga kualitas spermatozoa beku sapi Simental produksi BPTSD Payakumbuh dan mendukung keberhasilan program inseminasi buatan di lapangan.


Keywords


Sapi Simental, semen beku, suhu, thawing

Full Text:

PDF

References


Ariantie, D., Wahyuningsih, S., & Isnaini, N. (2020). Pengaruh waktu dan suhu thawing terhadap kualitas semen beku sapi Simmental. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia, 6(1), 45–52. https://doi.org/10.25077/jitpi.6.1.45-52.2020.

Direktorat Jenderal Peternakan. (2014). Pedoman teknis penilaian mutu semen beku untuk inseminasi buatan. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Hardijanto, A., Purwantara, B., & Situmorang, P. (2016). Kriopreservasi semen sapi potong dan hubungannya dengan integritas membran plasma spermatozoa. Jurnal Veteriner, 17(1), 118–126. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2016.17.1.118.

Harissatria., J. Hendri., F. Elinda., Jaswandi., Hendri., Zumarni., & D. Afrini. (2023). Kualitas Semen Beku Sapi Simmental, Limousin dan Frisian Holstein dengan Metode Thawing yang Berbeda. Jurnal Peternakan, Vol 20 (1): 26-31. http://dx.doi.org/10.24014/jupet.v20i1:19563

Hidayati, L. N., Isnaini, N., & Wahyuningsih, S. (2020). Kualitas semen beku sapi Simmental pada berbagai lama waktu thawing. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 8(3), 125–133. https://doi.org/10.24198/jipt.v8i3.2020.

Koshimoto, C., Mazur, P., & Katkov, I. I. (1985). Effect of cooling and thawing rates on the survival of bovine spermatozoa. Cryobiology, 22(6), 607–618. https://doi.org/10.1016/0011-2240(85)90063-8.

Medeiros, C. M. O., Forell, F., Oliveira, A. T., & Rodrigues, J. L. (2002). Current status of sperm cryopreservation: Why isn’t it better? Theriogenology, 57(1), 327–344. https://doi.org/10.1016/S0093-691X(01)00674-4.

Nugraha, R. D., Santoso, B., & Yulnawati, Y. (2021). Pengaruh lama pencairan semen beku terhadap integritas membran dan daya hidup spermatozoa sapi Limousin. Jurnal Peternakan Indonesia, 23(1), 49–57. https://doi.org/10.25077/jpi.23.1.49-57.2021.

Sihombing, T., Sutiyono, & Wibowo, B. (2019). Kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan sapi Simmental jantan pada sistem penggemukan intensif. Jurnal Peternakan Nusantara, 5(2), 87–95.

Solis, A. M., Roldan, E. R. S., & Fernández-Gago, R. (2024). Thermal stress during thawing alters sperm energy metabolism through GSK3 pathway activation. Reproduction in Domestic Animals, 59(1), 10–18. https://doi.org/10.1111/rda.14312.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika: Suatu pendekatan biometrik (Terj. Bambang Sumantri). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Susilawati, T. (2011). Semen beku dan inseminasi buatan pada sapi. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Toelihere, M. R. (1993). Inseminasi buatan pada ternak. Bandung: Angkasa.

Yulnawati, Y., Said, S., & Hasan, A. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas semen beku sapi potong di Balai Inseminasi Buatan. Jurnal Peternakan Indonesia, 20(3), 151–160. https://doi.org/10.25077/jpi.20.3.151-160.2018.




DOI: https://doi.org/10.36355/sptr.v7i2.1898

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter