KUALITAS FISIK DAN NUTRISI SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DENGAN PENAMBAHAN DAUN INDIGOFERA DAN SUPLEMEN ORGANIK CAIR

infitria infitria, Trinop Sagiarti, Gustia Kusuma W, Gusparia Gusparia, Putri Damela, Dewi Sartika

Abstract


Hijauan merupakan kebutuhan utama ternak ruminansia yang sangat mempengaruhi produktivitas ternak. Silase merupakan teknologi untuk meningkatkan kandungan nutrisi pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas nutrisi siilase rumut gajah dengan penambahan daun indigofera berupa kandungan Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar, Air, Abu. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan setiap perlakuan. Perlakuan pada penelitian ini merupakan penambahan dan Indigofera dan suplemen organik cair (GDM) pada level yang berbeda beda. P0: Rumput gajah 2000gram tanpa campuran apapun, P1: Rumput gajah 1700gram + indigofera 15% + SOC 5 ml , P2: Rumput gajah 1600gram + indigofera 20% + SOC 10 ml, P3: Rumput gajah 1500gram+ indigofera 25% + SOC 15 ml. Parameter yang diamati Kualitas nutrisi berupa Kandungan bahan kering, abu, Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daun indigofera dan suplemen organik cair pada level yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap warna, aroma dan pH sedangakan untuk tekstur tidak berpengaruh nyata. Nilai rata-rata skor tertinggi pada tiap perlakuan yaitu, warna pada perlakuan P0 dengan skor 4,1 (hijau kekuningan), aroma pada perlakuan P3 dengan skor 4,4 (sangat asam), tekstur pada perlakuan P3 dengan skor 3,6 (lembut dan mudah dipisahkan) dan pH pada perlakuan P0 dengan skor 4,2. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P3 Rumput gajah 1500gram+ indigofera 500gram + SOC 15 ml.

Keywords


Nutrisi; rumput gajah;kualitas fisik;daun indigofera;suplemen organik cair

Full Text:

PDF

References


Adawiah, T., T. Sutardi, W. Toharmat, N. Manalu, Ramli Dan U.H. Tanuwiria. 2007. Respon terhadap suplementasi sabun mineral dan mineral organik serta kacang kedelai sangrai pada indikator fermentabilitas ransum dalam rumen domba. Media Peternakan 30(1): 63 – 70.

BPS. Badan Pusat Statistik Kuantan Tengah. 2020

Ceylan, A., Serin, I., Aksit, H. Dan Seyrek K. 2008. Konsentrasi Beberapa Unsur Dalam Susu Sapi Dengan Gangguan Reproduksi Bull VetInst Pulawy 52: 109-112

Dewi, S. S., Soemardini, S., & Nugroho, F. A. 2016. Hubungan tingkat konsumsi protein, zat besi (Fe) dan zinc (Zn) dengan kondisi penyembuhan luka perineum derajat II pada ibu nifas. Majalah Kesehatan, 3(3), 137-143.

El-Samad, H., Goff, JP dan Khammash, M. 2002. Homeostasis Kalsium dan Parturien Hipokalsemia: Umpan Balik Integral Perspektif. J. Theor. Biol. 214:17 – 29

Fachrul MF. 2006. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta. Bumi Aksara

Infitria & Jiyanto. 2023. Komposisi Botanis Hijauan Pada Pastura Integrasi Perkebunan Sawit Rakyat Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Stock Peternakan. Vol. 5 No. 2

Junaidi M and D. Sawen. 2010. Keragaman Botanis Dan Kapasltas Tampung Padang Penggembalaan Alami Kabupaten Yapen. J. Ilmu Peternak. Dan Vet. Vol. 5, No. 2.

Khalil, Suyitman & Montesqrit. 2018 Crude Nutrient and Mineral Composition of Asystasia Gangetica (L) Derived from Different Growing Areas. Proceeding ISAI 4, Bogor 189-192

Kumar, S. 2003. Penanganan infertilitas karena mineral pada hewan perah. Dalam: Prosiding dari Sekolah musim panas ICAR tentang “Advance diagnostic teknik dan pendekatan terapeutik penyakit metabolik dan defisiensi pada susu.

Moore G. Sanford P. Wiley T. 2006. Prennial pastures for western Australia. Departemen of Agriculture and food western Australia, Bulletin 4690, Perth.

Mwbaze S. 2002. Pasture improvement technologies. Reginoal Land Management unit (RELMA). Kenya.

McDonald, P., Edward, R, Greenhalgh, J, D. Morgan, C, A., Sinclair, L,. A & Wilkinson, R. G. 2010. Nutrisi Hewan. Edisi ketujuh. Serikat Raya, Pearson.

Mutia, P. 2016. Kandungan Mineral Makro (Ca, P, Mg Dan K) Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) Cv. Taiwan Dan Legum Indigofera Yang Ditanam Secara Campuran Pada Lahan Mikoriza Dengan Dosis Pupuk Nitrogen Berbeda (Doctoral Dissertation, Universitas Andalas).

Nugroho CP. 2008. Agribisnis Ternak Ruminansia Jilid I Untuk SMK. Jakarta. Direktorat Pemibinaan Sekolah Kejuruan, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Departemen Pendidikan Nasional.

Paik, I.K. 2001. Application of chelated minerals in animal production. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 14:191 – 198.

Putra RK, H. P. Nastiti, and Y. H. Manggol. 2018. Komposisi Botani Dan Produksi Hijauan Makanan Ternak Padang Penggembalaan Alam Di Desa Letneo Kecamatan Insana Kabupaten TTU. Nukl. Peternak., vol. 5, no. 1, pp. 42–48.

Santos, JEP, Bisinotto, RS, Ribeiro, ES, Lima, F.S.,Greco, L.F., Staples, C.R. dan Thatcher, W.W. 2010. Menerapkan nutrisi dan fisiologi untuk meningkatkan reproduksi pada sapi perah. Soc Reprod Suppl Subur, 67 : 387-403.

Siba, Sf. N. Suryana. 2017. Evaluasi Padang Penggembalaan Alami Maronggela Di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Majalah Ilmiah Peternakan. Vol. 20, No. 1, Pp. 1–4,

Siti, A. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk N, P, dan K yang diinokulasi FMA Glomus Manihottis terhadap Kandungan Mineral Mikro (Zn, Fe, Mn, dan I) Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) cv. Taiwan Pada Lahan Reklamasi Batubara Rakyat (Doctoral dissertation, universitas andalas).

Tilloo SK, Pande VB, RasalaTM, & Kale VV. Asystasia gangetica: Review on multipotential application. International Research Journal of Pharmacy. 3 (4): 18-20.2012

Sudhir, K., Anil, K,P., Waquar, A.R & Dinesh, K.D. 2011. Pentingnya mineral mikro dalam penampilan reproduksi ternak dunia kedokteran hewan, 4(5) : 230-233

Velladurai, C., Napolean, R. E., & Selvaraju, M. 2016. Mineral mixture supplementation in ovsynch protocol on conception rate in post-partum dairy cows. Indian Veterinary Journal, 93(7), 42-44.

Widhyari SD. 2012. Peran Dan Dampak Defisiensi Zinc (Zn) Terhadap Sistem Tanggap Kebal. Wartazoa Vol. 22 No. 3.




DOI: https://doi.org/10.36355/sptr.v8i1.1910

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter