PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN RANSUM KOMERSIL DENGAN TEPUNG ROTI AFKIR TERHADAP ORGAN DALAM PUYUH LOKAL (Coturnix - coturnix japonica)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian ransum komersil dengan tepung roti afkir terhadap berat hati (g), berat proventikulus (g), berat ventrikulus (g) dan panjang usus (cm). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, dimana setiap unit percobaan terdiri dari lima ekor DOQ, masing-masing perlakuan tersebut adalah R0 (100 % pakan komersil), R1 (90 % pakan komersil + 10 % tepung roti afkir), R2 (80 % pakan komersil + 20 % tepung roti afkir), R3 (70 % pakan komersil + 30 % tepung roti afkir) dan R4 (60 % pakan komersil + 40 % tepung roti afkir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian sebagian ransum komersil dengan tepung roti afkir berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati yaitu berat hati (g), berat proventikulus (g), berat ventrikulus (g) dan panjang usus (cm). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tepung roti afkir dapat digunakan sebagai penggantian ransum komersil hingga taraf 40 %.
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Zainal. 2003. Meningkatkan Produktivitas Puyuh “Si Kecil Yang Penuh Potensi”. Agromedia Pustaka. Jakarta
Amrullah, I. K. 2004. Nutrisi Ayam Petelur.Cetakan ke-3. Bogor : Lembaga Satu Gunung Budi.
Arifin H.D dan Widiastuti. R. 2016. Persentase Karkas dan Giblet Burung Puyuh Pengaruh Suplemen Protein dan Serat Kasar Tepung Daun Mengkudu Dalam Pakan Komersial BP104. Journal Of Animal Science and Agronomi Panca Budi Volume 1 No. 2. Hal 1 – 7. Diunduh 18 Juli 2020.
Arifin, Zainal. 2016. Evaluasi Pembelajaran(Prinsip, Teknik, dan Prosedur), Cetakan Kedelapan, Jakarta: Rosda Karya.
Asmawati. P, Sudjarwo. E dan A. A. Hamiyanti. 2015. The Effect Of Addition Chicken Eggs Hatchery Waste Powder On Feed Toward Carcass And Giblet Percentages Of Quail (Coturnix-coturnix japonica). Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. Malang. Diunduh 8 Juli 2020
Djulardi, A. 2006. Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa Harapan. Andalas University Press. Padang.
Frandson, R.D. 1993. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Gaol, S. E. L., Lisnawati S., lis Y., 2015. Substansi Ransum Jadi dengan Roti Afkir terhadap Performa Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Umur Starter Sampai Awal Bertelur Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 4. No. 2.
Hetland. H.B. Svihus and M. Choct. 2005. Role of Insolube Fiber on Gizzard Activity in Layers. J. Apply. Poultry Res. 14 : 38 – 46.
Kasiyati, Kusumorini N, Maheshwari H, Manalu W. 2009. Penerapan Cahaya Monokromatik untuk Perbaikan Kuantitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica.L).Fakultas Kedokteran Hewan, Intitut Pertanian Bogor
Listiyowati, E dan Kinanti. 2009. Beternak Puyuh Secara Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.
North, N. O. dan Donald D. Bell. 1978. CommercialChicken Production Manual. 2nd Edition. Avi Publishing Co. Inc, Connecticut
Putnam, Robert.1993. Social Capital. Pricenton University. Pricenton.
Radiopoetro. (1996). Biologi.Jakarta : Erlangga
Ressang, A. A. 1984. Patologi Khusus Veteriner. Edisi Kedua. NV Percetakan Bali. Denpasar.
Santoso, Singgih. 2012. Panduan Lengkap SPSS Versi 20. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Setianto, 2005 ; Pengaruh Aktifitas Sehari-hari Terhadap Keseimbangan Pada Lansia, Jakarta : Unit Press.
SNI, 2006. Pakan puyuh bertelur (quail layer). http://pip2bdiy.com/nspm/ SNI%2001-3907-2006%20pakan%20puyuh%20bertelur.pdf
Spector, W,G., 1993, Pengantar Patologi Umum, edisi Ketiga, Direvisi oleh T,D. Spector, 71-91, Fakultas Kedokteran, UGM, Yogyakarta.
Steel and Torrie. 1994. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu pendekatan Biometrik. Edisi kedua Diterjemahkan oleh Bambang Sumantri. Jakarta: PT. Gramedia.
Suprijatna, E. 2002. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya.Jakarta
Syamsuhaidi. 1997. Penggunaan duckweed (Family Lemnaceae) sebagai pakan serat sumber protein dalam ransum ayam pedaging. Disertasi. Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.,
Tetty. 2002. Puyuh Si Mungil Penuh Potensi. Agro Media Pustaka. Jakarata.
Tillman, A. D. 1991. Komposisi Bahan Makanan Ternak Untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Triyanto, 2007. Performa Produksi Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Periode Produksi Umur 6-13 Minggu Pada Lama Pencahayaan Yang Berbeda. [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.
Wahyu, J. 2004. Ilmu Nutrisi Ternak Unggas. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Widyaningsih, Murtini. 2000. Alternatif Pengganti Formalin Pada Produk Pangan. Trubus Agrisarana. Surabaya
Widianingsih. M. N. 2008. Persentase Organ Dalam Broiler Yang Diberi Ransum Crumble Berperekat Onggok, Bentonit Dan Tapioka. Skripsi, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogo
DOI: https://doi.org/10.36355/sptr.v3i1.439
Refbacks
- There are currently no refbacks.
1.png)





