TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN SAPI SIMENTAL BERDASARKAN CONSEPTION RATE (CR) DAN SERVICE PER CONCEPTION (S/C) DI KECAMATAN PAMENANG BARAT KABUPATEN MERANGIN

sugiyanto sugiyanto, supriyono supriyono, bela putra

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan sapi simental berdasarkan Conseption Rate (CR) dan Service Per Conception (S/C). Penelitian ini di laksakan di Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin Provinsi Jambi pada tanggal 20 Januari sampai 20 Februari 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah field research (Penelitian Lapangan Berupa Studi Kasus), Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan (Quesioner). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 31 ternak IB dengan jumlah sampel 103 ekor ternak. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) berdasarkan Service Per Conception (S/C) yaitu 1.44 % merupakan nilai pelayanan IB yang sangat baik, sebagaimana ukuran S/C yang baik adalah 1,6-2,0. Conception Rate (CR) yaitu CR 67.74 % hasil ini sangat baik dari nilai standar yaitu 62,5%. Lama bunting rata-rata dalam penelitian ini yaitu 286 hari. Calving Interval (CI) dalam penelitian ini memilki rata – rata tertinggi yaitu 458 – 525 hari


Full Text:

PDF

References


Abdelgadir AM, Izeldin A, Babiker, Eltayeb AE. 2010. Effect of concenttrat supplement on growth and sexual development of dairy heifers. J Appl Sci Res. 6(3):212-217.

Aikal Pohontu, Agustinus Lomboan*, Jantje F. Paath, Siane C. Rimbing. 2018. Penampilan Reproduksi Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado

Aprilyanti, Selvia. 2017. Pengaruh Usia dan Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja (Studi Kasus: PT. OASIS Water International Cabang Palembang). Jurnal Sistem dan Manajemen Industri 1(2): 68-72

Arthur, G.H., D.E. Noakes and H. Pearson. 1989. Veterinary Reproduction and Obstetrics (Theriogenology). Baillere Tindall, London.

Ball, P. J. H. Dan A. R. Peter. 2004. Reproduction in Cattle Third Edition.

Putra, B. (2020). Peranan Pupuk Kotoran Kambing Terhadap Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Lebar dan Luas daun Total Pennisitum purpureum cv. Mott. STOCK Peternakan, 1(2).

Blackwell Science. Philadelphia.

Bearden, H.J. and J. W. Fuquay.1997. Apllied Animal Reproduction, 4thed.

Prentice Hall. New York

Blakely, J and D. H .Bade. 1991. Ilmu peternakan (terjemahan). Edisi ke -4.

Gadjah Mada University Press; Yogyakarta.

Chamdi, A. N. 2004. Karakteristik sumberdaya genetik ternak sapi Bali (Bos- Bibos banteng) dan alternatif pola konservasinya. Jurnal BIODIVERSITAS. ISSN : 1412-033X Volume 6, Nomor 1 Januari 2005

Halaman : 70 - 75.

Darmadja, S. G. N. D. 1980. Setengah Abad Peternakan Sapi tradisional dalam ekosistem pertanian di bali. Disertasi Universitas Padjadjaran, Bandung.

Departemen Pertanian. (2016). Basis Data.http : / /www. depten. go. Id Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2010. Lebih Baik

Mengonsumsi Susu Segar. http://www.bps.go.id/journal. Djanah, D. 1985. Makanan Ternak Herbivora. Yasaguna. Jakarta

Djanuar. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Febrina, D dan M. Liana. 2008. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ruminansia pada peternak rakyat di kecamatan rengat barat kabupaten indragiri hulu. Jurnal peternakan, 5(1) p:28-37

Feradis. 2010. Bioteknologi Reproduksi pada Ternak. Alfabeta. Bandung

Fikar, S dan D. Ruhyadi. 2010. Beternak dan Bisnis Sapi Potong. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Frandson, R. D. 1993. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Gaspresz, V. 1991. Teknik Penarikan Contoh Penelitian Survey. Penerbit Torsito.

Bandung.

Hadi, P. U. dan Ilham, N. 2002. Problem dan Prospek Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Potong. Jurnal Litbang Pertanian, volume 4 Nomor 21 :

Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Bogor.

Harjoprayanto, S. 1995. Ilmu Kemajiran pada Ternak. Airlangga University Press.

Surabaya.

Hendro, S. P. 2012. Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Perah Rakyat Di Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali.Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Skripsi.

Hernanto, F. 1996. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Iswoyo dan Widiyaningrum. 2008. Pengaruh jarak waktu pemberian pakan konsentrat dan hijauan terhadap produktivitas Kambing Peranakan Etawa lepas sapih. Jurnal Ilmiah Ilmu Peternakan. Universitas Semarang. 11 (2): 70-74

Jainudeen, M.R., E.S.E Hafez. 2000. Pregnancy diagnosis. Di dalam : Hafez ESE and Hafez B, editor. Reproduction in farm animals 7th . Maryland: Lippincott William and Wilkins.

Kadarsih, S. 2003. Peranan Ukuran Tubuh Terhadap Bobot Badan Sapi Bali di Provinsi Bengkulu. J. penelitian Unib. 9(1) : 45 – 48.

Pane, I., 1993. Pemuliabiakan Ternak Sapi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Partodihardjo, S. 1992. Ilmu Reproduksi Hewan. Cetakan ketiga. Penerbit Mutiara Sumber Widya, Jakarta.

Prasojo, G., Arifiantini, I., Mohamad, K. 2010. Korelasi Antara Lama Kebuntingan, Bobot Lahir dan Jenis Kelamin Pedet Hasil Inseminasi Buatan pada Sapi Bali. Jurnal Veteriner, 11 (1): 41- 45

Subiharta, U. Nuschati, B. Utomo, D. Pramono, S. Prawirodigdo, T. Prasetyo, A. Musofie, Ernawati, J. Purmiyanto, dan Suharno, 2000. Laporan Hasil Kegiatan Pengkajian Sistem Usaha Tani Pertanian Sapi Potong di Daerah Lahan Kering. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Ungaran. Semarang.

Sonjaya, H. 2005. Materi Mata Kuliah Ilmu Reproduksi Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin, Makasar.

Sudono, A. 1983. Produksi Sapi Perah. Departemen Ilmu Produksi Ternak.

Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Sugeng, Y. B. 1996. Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta

Sugeng, Y.B. 1998. Beternak Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sulaksono, A., Suharyati, S., dan Santoso, E. P. 2010. Penampilan Reproduksi (Servise Per Conception, Lama Bunting dan Selang beranak) Kambing Boerawa Di Kecamatan Gedong Tataan dan Kecamatan Gisting. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Lampung.

Susilowati, T. 2017. Ilmu Reproduksi Ternak. Malang. Universitas Brawijaya Malang.

Susilorini, E. T. 2008. Budi Daya 22 Ternak Potensial. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tatipikalawan. J. M. 2006. Studi Penetapan Harga Kambing Kisar pada tingkat Peternak di Pulau Kisar Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Tesis PS. Ilmu Peternakan UGM Yogyakarta.

Thalib, C. dan A.R. Siregar. 1999. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Pedet Pernakan Ongole dan Crossbrednya dengan Bos Indicus dan Bos Taurus dalam Pemeliharaan Tradisional. Prosiding. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner, Bogor, 1 - 2 Desember 1999. Hlm. 200 - 207

Toelihere, 1981. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Angkasa. Bandung

, Inseminasi Buatan pada Ternak, Penerbit Angkasa, Bandung.

Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa. Bandung

Prosesing dan Pembekuan Semen serta Pemanfaatan Semen Beku. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong

Yulianto, P dan C. Saparinto. 2010. Pembesaran Sapi Potong Secara Intensif.

Penebar Swadaya. Jakarta.

Yulyanto. C. A, Susilawati. T, Ihsan. N. M. 2014. Penampilan Reproduksi sapi Peranakan Ongole (PO) dan sapi Peranakan Limousin di kecamatan sawo Kabupaten Ponorogo Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Jawa timur.

Vivi D.G, Nurul. I, Sri W. 2014. Service Per Conception (S/C) Dan Conception Rate (Cr) Sapi Peranakan Simmental Pada Paritas Yang Berbeda Di Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Malang.




DOI: https://doi.org/10.36355/sptr.v3i1.590

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter